I dedicated my life to you you know that...... i would die for you but our love would last forever...... and i will always be with you and there is nothing we can't do....... as long as we're together......

Minggu, 16 Juni 2013

Pengertian Filsafat Pendidikan Pancasila

A.   Pengertian Filsafat Pendidikan Pancasila
Filsafat pendidikan pancasila adalah tuntutan formal yang fingsional dari kedudukan dan fungsi dasar negara, pancasila sebagai sistem kenegaraan Republik Indonesia. Wawasan kesadaran memiliki, mewarisi  dan kebanggaan atas system kenegaraan pancasila sebagai dasar negara, pancasila sebagai dasar pengamalan dan kelestarian.
B.  Filsafat Pendidikan Pancasila Dalam Tinjauan Epistomologi                       
Epistimologi adalah studi tentang pengetahuan atau mengetahui (adanya) benda-benda. Epistemologi juga dapat diartikan sebagai cabang filsafat  yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas dan hakikat ilmu pengetahuan. Biasanya secara umum 
 epistimologis menetapkan apakah suatu cabang ilmu layak/tepat atau memenuhi syarat atau tidak untuk disebut ilmu pengetahuan atau cabang pengetahuan.
       Ajaran pancasila dengan teorinya selaras, serasi dan seimbang, mengakui kebenaran pengetahuan rasio maupun pengalaman dapat menjadi sumber pengetahuan. Rasio sebagai pengolah pengetahuan.selain itu pengetahuan yang benar dapat datang dari intuisi,dari perasaan yang halus. Manusia sebagai makhluk religius juga mengakui adanya kebenaran wahyu, firman Allah kepada para nabi. Secara epistemologis pancasila sebagai filsafat yaitu sebagai upaya untuk mencari hakikat pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.Sumber pengetahuan pancasila adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Sedangkan susunan pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan yaitu pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila pancasila itu. Epistimologi dari pendidikan pancasila menurut sila-sila pancasila:
  • Sila pertama : Ketuhanan yang Maha Esa.
Pemikiran tentang apa dan bagaimana sumber pengetahuan manusia diperoleh melalui akal atau panca indra dan dari ide atau Tuhan. Bila dilihat dari pendidikan maka dapat diketahui apakah ilmu dapat melalui rasio dari Tuhan.
  • Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Pancasila adalah ilmu yang melalui perjuangan yang sesuai dengan logika . dengan ilmu diharapkan tidak ada lagi kekerasan dan kesewenang-wenangan manusia terhadap yang lainnya. Proses pembentukan pengetahuan melalui lembaga pendidikan secara teknik edukatif lebih sederhana. Komunikasi antar guru dan siswa juga sangat penting.
  • Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Proses terbentuknya pengetahuan atau pendidikan manusia merupakan hasil dari kerja sama dengan lingkungannya.
  • Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Manusia diciptakan Allah sebagai pemimpin dimuka bumi ini untuk memakmurkan umat manusia dan seorang pemimpin harus punya syarat yaitu bijaksana. Jadi dalam hal ini diperlukan suatu ilmu yaitu ilmu keguruan agar menjadi guru ideal.
  • Sila Kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Adil disini dalam arti luas, seimbang antara ilmu umum dengan agama. Dan untuk mendapatkannya dapat dilakukan pendidikan secara informal, formal, dan non-formal.
Dalam epistimologi pancasila terdapat prinsip-prinsip, yaitu :
  • .      Prinsip potensial manusia artinya bahwa pribadi manusia memang memiliki potens idan aktif berkesadaran tahu atas eksistensi diri(subyek), eksistensi dunia/lingkungan (obyek).
 
  • Prinsip interaksi fungsional subjek-objek yaitu proses terbentuknya pengetahuan manusia adalah hasil kerjasama atau produk hubungan funsional subyek dengan lingkungannya. Jadi potensi dasar dengan faktor kondisi lingkungan yang memadai akan membentuk pengetahuan.
 
  • Prinsip deferensiasi dan spesialisasi ilmu, Sumber pengetahuan sebenarnya adalah alam semesta baik wujud alam (realitas) maupun sifat dan hukum yang intheren didalamnya (hukum alam).
 
  • Prinsip edukatif dan intitusional, Proses pembentukan pengetahuan melalui lembaga pendidikan (sekolah formal, pendidikan pada umumnya).
 
  • Prinsip variabilitas pengetahuan manusia, Pengetahuan manusia baik jenis maupun tingkatannya dapat dibedakan secara berjenjang sebagai berikut :
  • Tingkat pengetahuan sensoris (indera) umum
 
  • Tingkat pengetahuan ilmiah
 
  • Tingkat pengetahuan filosofis, metafisis, mencari kebenaran hakekat sesuatu
 
  • Tingkat pengetahuan religious, berpegangan kepada wahyu dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa .
   Pengetahuan menyeluruh ini adalah perwujudan kesadaran filosofis-religius, yang menentukan derajat kepribadian manusia yang luhur. Berilmu/ berpengetahuan berarti mengakui ketidaktahuan dan keterbatasan manusia dalam menjangkau dunia suprarasional dan supranatural. Tahu secara ‘melampaui tapal batas’ ilmiah dan filosofis itu justru menghadirkan keyakinan religius yang dianut seutuh kepribadian: mengakui keterbatasan pengetahuan ilmiah-rasional adalah kesadaran rohaniah tertinggi yang membahagiakan.
C.  Filsafat Pendidikan Pancasila Dalam Tinjauan Antologi
Antologis adalah bagian dari filsafat yang menyelidiki tentang hakikat yang ada. Hampir sama dengan aristoteles yang mengungkap bahwa ontologism adalah ilmu yang meyelidiki hakikat sesuatu, keberadaan atau eksistensi disamakan artinya dengan metafisika. Kesesuaian hubungan negara dengan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat.
·              Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, manusia, satu,  rakyat, dan adil sebagai pokok pangkal hubungan.
·         Landasan sila-sila pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai sebab, dan negara adalah sebagai akibat.
   Antologi ialah penyelidikan hakikat ada (esensi) dan keberadaan (eksistensi) segala sesuatu: alam semesta, fisik, psikis, spiritual, metafisik, termasuk kehidupan sesudah mati, dan Tuhan. Demikian pula halnya dengan Pancasila sebagai filsafat mempunyai sisi yang abstrak, umum, dan universal. Disini yangn dimaksud abstrak bukannya pancasila sebagai filsafat yang secara operasional telah diwujudkan kedalam kehidupan sehari-hari, melainkan sebagai pengertian pokok yang dipergunakan untuk merumuskan masing-masing sila, itulah yang mengandung isi yang abstrak umum dan universal.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang menjiwai dalam sistem pendidikan nasional, dengan perkataan lain bila dihubungkan pancasila dengan kanyataan yang ada dalam system pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan, karena pendidikan nasional itu dasarnya adalah pancasila dan UUD 1945. Jadi ini merupakan kesatuan yang utuh. Jika sila-sila dalam pancasila dijabarkan maka akan menjadi sebagai berikut  
1.       Sila pertama : Ketuhanan yang Maha Esa
Sila pertama ini mejiwai dari sila-sila yang lainnya. Dengan sila pertama ini diharapkan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kenyataannya kita tidak lepas dari salah dan dosa, tetapi dengan beragama yang tentunya agama islam kita akan sadar, waspada pada yang akan kita lakukan agar tidak menyalahi dan melanggar ajaran agama. Dalam tujuan pendidikan nasional disebutkan untuk menjadi yang bariman dan bertakwa kepada Allah. Dan dalam lingkungan keluarga, sekolah , dan masyarakat juga ditanamkan nilai keagamaan dan pancasila. Dan dengan agama dan pancasila kita percaya dengan Tuhan Yang Maha Esa, menghormati antar pemeluk agama, tidak memaksakan agama pada orang lain, dan ini merupakan pengalaman dari sila-sila pancasila.
2.       Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Manusia yang dimuka bumi ini mempunyai harkat dan martabat yang sama, yang diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan  fitrahnya sebagai hamba Allah.
3.             Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Persatuan merupakan kunci kemenangan, dengan persatuan yang kuat kita dapat menikmati alam ini. Jika dalam pendidikan dapat ddiartikan bahwa pendidikan dapat dilakukan semua golongan, dari yang rendah-tinggi.
4.   Sila keempat : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sikap gotong royong dan suka bermusyawarah telah menjadi budaya bangsa indonesia, bahkan telah ada sebelum islam masuk ke indonesia.Sikap hidup yang baik itu tidak dihancurkan oleh islam malah tambah diperkuat lagi dengan ajaran islam.yaitu:
·               Manusia dilahirkan dengan derajat yang sama, tidak ada kelebihan karena keturunan, kedudukan atau warna kulit.(Q.S. Ali Imran:70 dan Q.S.Al Hujurat:13)
·         Dianjurkan musyawarah mengenai masalah bersama (Asy-syuara:38 dan Ali Imran:159)
·         Keputusan yang diambil harus dipertanggung jawabkan kepada Allah(Q.Al Isra:36)
5.       Sila Kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Setiap bangsa di dunia bertujuan untuk menjadi masyarakat yang adil dan makmur, tapi konsep setiap negara beda. Keadilan disini meliputi kebutuhan dibidang material dan spiritual yang mencakup pengertian adil dan makmur secara merata. Dan dalam pendidikan nasional adil dalam arti luas, maksudnya mencakup seluruh aspek pendidikan yang ada. Adil disini adalah adil dalam melaksanakan pendidikan dengan tidak berat sebelah antara ilmu umum dengan keagamaan seimbang. Jika adil dalam arti sempit dikelas pendidik tidak boleh membeda-bedakan siswa.    
D.    Filsafat Pendidikan Pancasila Dalam Tinjauan Aksiologi
Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik. Dengan kata lain Aksiologi adalah bidang filsafat yang menyelidiki nilai-nilai (value).Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
Dalam filsafat Pancasila, terdapat tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
·         Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan,nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
·         Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara. 
·         Nilai praktis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini  merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
Sesuai dengan ajaran pancasila, maka prinsip-prinsip ajaran nilai atau aksiologi pancasila yaitu:
                                               Prinsip nilai religius
  • Prinsip nilai religius bersumber pada sila 1 Pancasia (bangasa indonesia mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa). Agama menjadi sumber nilai-nilai kesusilaan. Agama menjadi hukum moral prilaku manusia dalam masyarakat,bangsa dan negara.fungsi pancasila dalam agama yaitu:Pancasila memberi fasilitas kepada hidup dan berkembangnya agama.pancasila tidak menentang ajaran agama.
  • Pancasila memberi situasi dan kondisi kerukunan dan kedamaian hidup di antara umat beragama. Pancasila menjamin kemerdekaan individu untuk menganut agama yang dipilihnya .Agama memberi dasar-berupa dasar nilai spritual kepada pancasila. Ajaran agama dapat mempengaruhi tetapi tidak sebaliknya. Pancasila tidak mmpengaruhi agama.

  • Prinsip nilai alami,Prinsip nilai alami artinya alam semesta sebagai ciptaan Tuhan, juga berisi kebaikan alamiah yang berupa nilai hukum alam. Nilai-nilai hukum akan menjadi sumber penelitian dan pembinaan ilmu pengetahuan alam dan nilai hukum moral akan menjadi sumber pembinaan ilmu pengetahuan sosial, filsafat, kebudayaan dan keagamaan.

  • Prinsip nilai-nilai manusia,Prinsip nilai manusia yakni bahwa manusia adalah pencinta nilai. Manusia hidup membudaya artinya hidup membentuk nilai. Bersumber kepada hukum alam universal dan hukum moral(ajaran agama)., maka manusia akan melaksanakan nilai-nilai yaitu:
  •  Nilai kemanusian
  •  Nilai persatuan hidup bersama 
  • Nilai-nilai kerakyatan atau demokrasi
  •  Nilai-nilai keadilan, sebab dalam hidup bersama,bermassyarakat,bernegara perlu adanya hak dan kewajiban sesuai dengan peran serta warga masyarakat dalam karyanya masing-masing.Kesadaran manusia terhadap nilai-nilai hidup bagi bangsa indonesia adalah nilai-nilai pancasila akan tercermin dalam kepribadian dan wataknya, amal dan kebaikannya.
  •    Prinsip relativitas dan kemutlakan nilai-nilai hidup budaya manusia ada yang bersifat relatif, terbatas oleh kurun waktu dan tempat. ajaran-ajaran agama banyak yang bersifat mutlak dan kemutlakan itu terletak pada Tuhan Yang Maha Esa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar